At-tamyiiz


A-     Definisi tamyiiz
Tamyiiz didefinisikan sebagai kata benda yang berstatus mansub dan berfungsi sebagai penjelas dari kalimat yang belum jelas yang ada sebelumnya. Contohnya adalah pada  kalimat:
 (اشتريت كيلو تفاحا) “saya membeli sekilo apel”
kata tuffahan (apel) berstatus mansub karena ia adalah tamyiiz yang menjelaskan kata satu kilo, maka kata kilu (kilo) bisa disebut juga mubham. Karena apabila kita hanya berkata “saya membeli satu kilo” saja maka akan muncul pertanyaan, satu kilo apa? Karena itulah fungsi tamyiiz adalah  menjelaskan kata sebelumnya yang masih samar.
B-      Macam-macam tamyiiz
Tamyiiz dibgi menjadi dua macam, yaitu tamyiiz malfudz (yang terlihat mubhamnya) dan
tamyiiz malhuz (yang tidak terlihat mubhamnya). 
-          Tamyiiz malfudz (yang terlihat mubhamnya)
Tamyiiz malfudz terbagi menjadi 4 macam, yaitu asmaa’ al-adad (bilangan hitungang) , al-wazn (timbangan), al-kail (takaran) dan al-misaahah (area/bidang pada tanah).
1-      أسماء العدد (asmaa al-‘adad)  atau bilangan hitungan. Contohnya adalah pada kalimat:
(إني رأيت أحد عشر كوكبا) “saya melihat sebelas bintang”. Ahada ‘asyara (sebelas) adalah bilangan hitungan yang mubham atau belum jelas, jika kata tersebut berdiri sendiri. Namun dengan adanya tamyiiz (kaukaban) yang artinya bintang, maka kata sebelas menjadi jelas.
2-      الوزن  (al-wazn) atau timbangan mempunyai beberapa kata yang dikhususkan untuknya. Seperti kata (طنّ – قنطار – كيلو – رطل – جرام)  yang kesemuanya mempunyai kemiripan arti yaitu kata-kata yang digunakan untuk menimbang  sesuatu. Contohnya adalah pada kalimat (اشتريت قنطارا قطنا)  “saya membeli satu kuintal katun/kapas. Kata qinthaaran (kuintal) berstatus sebagai mubham (samar) yang diperjelas dengan adanya kata qutnan (kapas) yang berstatus sebagai mumayyaz (penjelas)
3-      الكيل  (al-kail) atau takaran juga mempunyai beberapa kata yang dikhususkan untuknya. Seperti kata (أردب – كيلة – قدح – صاع) yang kesemuanya mempunyai kemiripan arti yaitu kata-kata yang digunakan untuk menakar  sesuatu. Perbedaan antara menakar dengan menimbang adalah menakar dilakukan dengan satu wadah dan menimbang dengan dua wadah. Adapun contoh pada pembahasan ini adalah (بعت صاعا قمحا)  saya menjual satu sha’ <sekitar 2172 gram> gandum). Kalimat sha’an adalah kalimat yang mubham yang dijelaskan oleh kalimat selanjutnya, yaitu qamhan (gandum) yang berstatus sebagai mumayyaz.
4-      المساحة  (al-masahah) atau bidang tanah, juga mempunyai beberapa kata yang dikhususkan untuknya. Seperti kata (فدان – قيراط – سهم – متر)  yang kesemuanya mempunyai kemiripan arti yaitu kata-kata yang digunakan untuk mengukur sebidang tanah. Contohnya: (زرعت فدانا أرزا) “saya menanam padi pada satu hektar tanah”. Kalimat faddaanan adalah kalimat yang mubham yang dijelaskan oleh kalimat selanjutnya, yaitu aruzzan (padi) yang berstatus sebagai mumayyaz.

-          Tamyiiz malhuudz (yang tidak terlihat mubhamnya).
Tamyiiz malhudz adalah tamyiz yang menggantikan posisi (mubtada atau faa’il atau maf’ul) yang ketiganya akan dijelaskan berikut ini.
1-      Pengganti dari mubtada. Contoh pada kalimat أنا أكثر منك علما (saya lebih banyak ilmunya daripada kamu) yang aslinya adalah bentuk pengganti dari kalimat علمي أكثر من علمك  (ilmu saya lebih banyak daripada ilmu kamu).
2-      Pengganti faa’il. Contohnya pada kalimat حسن محمد خلقا yang aslinya adalah حسن خلق محمد.
3-      Pengganti dari maf’ul. Cotohnya adalah زرعت الأرض شجرا  yang aslinya adalah زرعت شجر الأرض.

C-      I’rab tamyiiz
I’rab tamyiz adalah wajib nashab ketika menjadi tamyiiz al-malhudz (yang tidak terlihat mubhamnya). Namun menjadi boleh mansub dan boleh majrur ketika menjadi tamyiiz malfuudz (yang terlihat mubhamnya), dan menjadi majrur ketika tamyiiz bertemu dengan min (من)  atau menjadi tarkib idhafi. Contohnya adalah
-          Majrur dengan min   (أكلت كيلو من سمك) “saya makan satu kilo ikan”
-          Majrur dengan tarkib idhafi contohnya adalah (أكلت كيلو سمك) “saya makan sekilo ikan”
Demikian, semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan silahkan bertanya di kolom komentar. Salaam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

 Al-Ihkam Fi Ushul Al-Ahkam

علامات الترقيم (tanda baca)

At-thibaq dan Al-muqabalah